KLIKEMPATLAWANG.ID, Ogan Komering Ilir (OKI) — Dua peristiwa kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memicu sorotan publik.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) OKI menyuarakan sikap kritis dan mendesak Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) OKI untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait kesiapsiagaan dan respons penanganan kebakaran.

Kedua insiden tersebut terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, masing-masing di Kelurahan Kedaton beberapa minggu lalu dan di Kelurahan Kayuagung Asli pada Minggu malam, 21 Desember 2025.

Berdasarkan informasi awal dari warga, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik, meskipun penyebab pastinya masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.

Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian menyampaikan keluhan terkait waktu kedatangan armada pemadam kebakaran.

Menurut mereka, laporan telah disampaikan ke Damkar OKI, namun saat mobil pemadam tiba, api sudah dalam kondisi membesar.

“Kami sudah menghubungi pemadam kebakaran, tapi mobil datang saat api sudah besar.

Informasinya harus mengisi air terlebih dahulu sebelum ke lokasi,” ungkap salah satu warga Kelurahan Kayuagung yang enggan disebutkan identitasnya.

Selain dugaan keterlambatan, warga juga menyoroti kendala akses jalan lingkungan yang sempit, khususnya pada kejadian di Kelurahan Kayuagung Asli.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik kebakaran secara cepat dan optimal.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Ketua DPD PGK OKI, Rivaldy Setiawan, SH, menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menuding atau menyimpulkan kesalahan pihak tertentu.

Namun, sebagai bagian dari kontrol sosial, PGK OKI menilai perlu adanya penjelasan resmi dan transparan kepada publik.

“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Akan tetapi, dua kejadian kebakaran dengan pola keluhan masyarakat yang hampir sama tentu wajar jika publik mempertanyakan kesiapsiagaan Damkar OKI.

Ini perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi,” ujar Rivaldy.

DPD PGK OKI secara tegas meminta Damkar OKI memberikan klarifikasi terkait beberapa poin krusial, di antaranya kesiapan dan ketersediaan armada pemadam, prosedur pengisian air sebelum menuju lokasi kebakaran, serta mekanisme penanganan kebakaran di wilayah dengan akses jalan sempit.

Menurut Ketua PGK OKI, Rivaldy Setiawan menegaskan klarifikasi tersebut penting tidak hanya untuk menjawab keresahan masyarakat, tetapi juga sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Sangat wajar jika banyak orang yang menanyakan tentang kebakaran ini, terjadi dua kebakaran dengan pola keluhan yang sama, jadi kami tidak menuduh, hanya saja kami merasa ada hal-hal yang harus dijelaskan secara terbuka,” tegas Rivaldy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Damkar OKI belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

DPD PGK OKI berharap klarifikasi dapat segera disampaikan secara terbuka. Apabila tidak ada penjelasan dan langkah perbaikan yang jelas, PGK OKI menyatakan membuka opsi untuk menempuh aksi unjuk rasa (UNRAS) sesuai ketentuan hukum yang berlaku.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *