KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Kepedulian terhadap rendahnya akses bacaan di daerah menjadi latar belakang lahirnya Perpustakaan Jalanan Pendopo, sebuah gerakan literasi berbasis masyarakat yang digagas oleh pemuda lokal Kabupaten Empat Lawang.

Komunitas ini hadir sebagai ruang baca terbuka yang bertujuan mendekatkan buku kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda di Kecamatan Pendopo.

Perpustakaan Jalanan Pendopo digagas oleh Irfan Fransisco, putera asli Empat Lawang yang saat ini menempuh pendidikan pada Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Padjadjaran angkatan 2025.

Berangkat dari pengalaman pribadi sulitnya memperoleh akses bacaan yang layak, ia berinisiatif membangun ruang literasi yang inklusif, mudah dijangkau, dan bebas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan perdana Perpustakaan Jalanan Pendopo dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025, bertempat di Rumah Alex Noerdin, Kelurahan Pendopo, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Gerakan ini kemudian mendapatkan izin resmi dari Camat Pendopo pada Selasa, 30 Desember 2025, dengan Nomor Surat 140/287/SPN/Pdp/2025, sebagai bentuk dukungan pemerintah kecamatan terhadap pengembangan literasi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Irfan Fransisco didukung oleh sejumlah rekan muda yang memiliki visi serupa.

Steven Lee dan Derliansya Putra, tercatat sebagai penggagas inti yang bersama-sama merancang konsep kegiatan, pengelolaan koleksi, serta pengembangan Perpustakaan Jalanan Pendopo secara berkelanjutan.

Foto Pendiri Perpustakaan Jalanan Pendopo

Koleksi bacaan yang tersedia berasal dari koleksi pribadi penggagas dan terus berkembang melalui partisipasi publik.

Perpustakaan Jalanan Pendopo membuka ruang kolaborasi dan menerima sumbangan buku dari perorangan maupun instansi sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan literasi di Kabupaten Empat Lawang.

Sebagai gerakan sosial independen, Perpustakaan Jalanan Pendopo menegaskan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Seluruh kegiatan difokuskan pada penguatan budaya baca dan upaya menjawab tantangan krisis literasi di daerah.

Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, Perpustakaan Jalanan Pendopo mengusung nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 10 tentang Mengurangi Ketimpangan, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ke depan, Perpustakaan Jalanan Pendopo direncanakan secara rutin menggelar lapak baca setiap hari Sabtu di Halaman Rumah Alex Noerdin, Kelurahan Pendopo.

Informasi kegiatan dan perkembangan komunitas dapat diakses melalui akun Instagram resmi @perpusjal.

pendopo, sekaligus sebagai sarana edukasi, dokumentasi, dan kolaborasi dengan masyarakat luas.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *