KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Solidaritas Pecinta Alam (SOSPALA) Kabupaten Empat Lawang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan Basic Training Angkatan IV.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting organisasi dalam mencetak kader pecinta alam yang berintegritas, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.
Basic Training Angkatan IV SOSPALA dilaksanakan melalui dua tahapan utama, yakni materi ruangan dan praktik lapangan.
Untuk materi ruangan, kegiatan telah lebih dahulu dilaksanakan pada November 2025, dengan fokus pembekalan dasar keorganisasian, kepemimpinan, wawasan kepecintaalaman, serta penguatan mental dan karakter anggota.
Sementara itu, materi praktik lapangan dilaksanakan pada 24 hingga 28 Desember 2025 yang berlokasi di Gunung Dempo, Kota Pagar Alam.

Lokasi ini dipilih karena memiliki karakter alam yang menantang dan representatif sebagai media pembelajaran lapangan bagi para peserta.
Selama kegiatan lapangan, peserta dibekali berbagai materi teknis kepecintaalaman, seperti manajemen perjalanan, survival, navigasi darat, serta pembentukan kedisiplinan dan kekompakan tim.
Sebanyak 12 peserta secara resmi mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dan dinyatakan lulus serta dilantik sebagai Anggota SOSPALA Angkatan IV.
Peserta berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Empat Lawang, khususnya Kecamatan Saling dan Kecamatan Tebing Tinggi, yang menunjukkan tingginya antusiasme pemuda daerah dalam bergabung dan berproses di organisasi kepemudaan berbasis kepecintaalaman.
Solidaritas Pecinta Alam (SOSPALA) merupakan organisasi kepemudaan yang lahir dari kegelisahan dan kepedulian terhadap kondisi generasi muda.
Organisasi ini pertama kali dicetuskan pada Februari 2015 di Desa Terusan Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dengan nama awal Solidaritas Empat Lawang.
Organisasi ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi pemuda, termasuk stigma negatif dan diskriminasi terhadap komunitas kepemudaan.
Melalui proses musyawarah organisasi, Solidaritas Empat Lawang kemudian direvisi menjadi Solidaritas Pecinta Alam pada Musyawarah ke-I, dan secara resmi dideklarasikan sebagai Organisasi Pecinta Alam pada 21 Agustus 2020 di Gunung Dempo, Kota Pagar Alam.
SOSPALA didirikan oleh pemuda-pemuda dengan visi yang sama untuk mengorganisir generasi muda dalam kegiatan positif, edukatif, serta bermanfaat bagi lingkungan dan daerah.
Ketua Umum SOSPALA Kabupaten Empat Lawang, Ardi Juniansyah, S.H., M.H., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemuda Empat Lawang harus memiliki kepekaan terhadap dinamika dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Sebagai pemuda Empat Lawang, kita harus peka terhadap situasi dan perkembangan zaman. Tantangan ke depan semakin berat. Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui organisasi—yang tidak didapatkan di bangku sekolah pemuda dapat mengembangkan potensi dirinya di berbagai bidang,” ujar Ardi.
Ia menegaskan bahwa SOSPALA hadir untuk seluruh kalangan pemuda dan pemudi Kabupaten Empat Lawang sebagai wadah belajar, berproses, mengembangkan minat dan bakat, sekaligus menanamkan nilai pengabdian terhadap organisasi, lingkungan, dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ardi Juniansyah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang, pihak keamanan, serta seluruh sponsor dan pihak terkait yang telah memberikan dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan Basic Training Angkatan IV dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan pihak sponsor yang selama ini konsisten mendukung kegiatan-kegiatan positif pemuda. Kami berharap ke depan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen memberikan ruang, perhatian, dan dukungan terhadap aktivitas kepemudaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Empat Lawang,” tambahnya.
Melalui Basic Training Angkatan IV ini, SOSPALA berharap dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual, emosional, dan sosial, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Empat Lawang.*


