KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 22 warga terinfeksi DBD sejak Januari hingga awal Desember 2025, berdasarkan data yang dirilis Selasa (9/12/2025).

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Saling menjadi wilayah dengan kasus tertinggi yakni 8 kasus, disusul Muara Pinang sebanyak 4 kasus.

Sementara Kecamatan Lintang Kanan dan Tebing Tinggi masing-masing mencatat 3 kasus.

Di Kecamatan Pendopo Barat terdapat 2 kasus, sedangkan Kecamatan Pendopo dan Ulu Musi masing-masing mencatat 1 kasus.

Tiga kecamatan lain, yaitu Pasemah Air Keruh, Talang Padang, dan Sikap Dalam, dilaporkan nihil kasus sepanjang 2025.

Pemberantasan Sarang Nyamuk Dinilai Paling Efektif

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Empat Lawang, Kiki Nurhayati, menjelaskan bahwa upaya paling efektif mencegah penyebaran DBD adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk atau PSN, bukan hanya mengandalkan fogging.

“Pencegahan DBD yang paling efektif itu dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti harus benar-benar tidak ada lagi,” ujar Kiki.

Menurutnya, fogging hanya menargetkan nyamuk dewasa sehingga tetap menyisakan jentik yang dapat berkembang kembali dan memicu kasus baru.

“Jadi nyamuk akan timbul lagi dan tidak selesai jika hanya melakukan fogging,” jelasnya.

Fogging Bisa Berbahaya Bila Tak Sesuai SOP

Kiki menambahkan, fogging merupakan langkah terakhir dan harus dilakukan sesuai prosedur.

Penggunaan yang tidak tepat justru berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan.

“Asap fogging terbuat dari bahan kimia atau pestisida, jadi bisa membahayakan anak-anak kalau dilakukan tanpa SOP,” kata Kiki.

Selain itu, penggunaan fogging secara terus-menerus dapat menyebabkan nyamuk menjadi resistan.

Akibatnya, penyemprotan berikutnya justru tidak lagi efektif.

Waspada Gejala dan Segera Periksa

DBD adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • demam tinggi mendadak
  • nyeri kepala berat
  • nyeri otot dan sendi
  • mual dan muntah
  • bintik merah
  • perdarahan gusi
  • nyeri belakang mata

Gerakan 3M Plus

Dinkes mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus, yaitu:

  • menguras
  • menutup
  • mendaur ulang barang bekas serta menggunakan kelambu dan lotion antinyamuk untuk mencegah gigitan.

Masyarakat dihimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami demam lebih dari dua hari disertai gejala yang mengarah pada DBD.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *