KLIKEMPATLAWANG.ID, Jakarta – Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi energi di tengah meningkatnya tekanan akibat konflik global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa aturan tersebut berlaku bagi ASN di instansi pusat maupun daerah.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran Kementerian PAN-RB dan Kementerian Dalam Negeri.

Selain penerapan WFH, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan pembatasan mobilitas guna mendukung penghematan energi.

Salah satunya adalah pengurangan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik. ASN juga didorong untuk beralih ke transportasi publik.

Tak hanya itu, pembatasan perjalanan dinas turut diberlakukan.

Perjalanan dinas dalam negeri dipangkas hingga 50 persen, sementara perjalanan luar negeri dikurangi hingga 70 persen.

Di sisi lain, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) juga mulai menerapkan langkah efisiensi serupa mulai 1 April.

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menyebutkan bahwa kebijakan tersebut mencakup sistem kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) dan WFH, serta penghematan penggunaan listrik.

Penghematan energi dilakukan dengan membatasi jam operasional kantor.

Aliran listrik akan dimatikan pada pukul 18.00 WIB, sehingga seluruh aktivitas kerja diharapkan selesai maksimal pukul 17.00 WIB.

Selain itu, MPR juga menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan.

Khusus hari Jumat, pegawai akan menjalankan sistem piket, di mana setiap unit kerja hanya diwakili oleh dua orang, sementara sisanya bekerja dari rumah atau lokasi lain.

Meski demikian, pegawai yang menjalankan WFH atau WFA tetap diwajibkan hadir ke kantor apabila diperlukan.

Pihak MPR menegaskan akan memberikan sanksi disiplin bagi pegawai yang tidak mematuhi ketentuan tersebut.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga produktivitas kinerja ASN di tengah tantangan global yang terus berkembang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *