KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Bagi pria yang berencana menikah dengan perempuan asal Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengetahui gambaran mahar dan seserahan menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Dalam tradisi pernikahan masyarakat Empat Lawang, selain mahar, terdapat pula uang bantuan untuk keperluan pesta pernikahan serta hantaran yang biasanya diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada keluarga perempuan.
Berdasarkan informasi dari Kepala KUA Kecamatan Tebing Tinggi, Armansyah, kisaran mahar atau mas kawin untuk wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Saling berada di angka sekitar 2 gram hingga 13 suku emas.
Sementara itu, uang bantuan atau uang seserahan untuk kebutuhan acara pernikahan di rumah mempelai perempuan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp50 juta.
Namun, nominal tersebut bukan merupakan angka yang mutlak karena besaran mahar maupun seserahan dapat disesuaikan dengan kesepakatan kedua keluarga dan kemampuan masing-masing calon pengantin.
Dalam proses menuju pernikahan, masyarakat Empat Lawang juga mengenal tradisi hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan.
Hantaran tersebut umumnya diberikan dalam dua tahap, yakni ketika proses lamaran dan saat hari pernikahan atau yang dalam istilah masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “nurunkan mempelai lanang”.
Pada saat lamaran, isi hantaran biasanya berupa berbagai makanan dan kebutuhan pokok.
Di antaranya kue atau bolu khas dari kampung halaman pihak laki-laki, gula, susu, gandum dan berbagai perlengkapan lainnya.
Barang-barang tersebut kemudian dikemas ke dalam sejumlah kotak hantaran.
Jumlahnya tidak selalu sama karena disesuaikan dengan kemampuan keluarga pihak laki-laki, tetapi umumnya berkisar antara 8 hingga 13 kotak.
Sementara hantaran pada saat “nurunkan mempelai lanang” juga biasanya berjumlah sekitar 8 hingga 13 kotak.
Perbedaannya terletak pada isi hantaran.
Pada tahap ini, hantaran umumnya berisi berbagai perlengkapan yang dibutuhkan oleh mempelai perempuan, mulai dari kebutuhan pakaian hingga perlengkapan perawatan pribadi.
Beberapa di antaranya seperti handuk, pakaian, celana, pakaian untuk keperluan malam, sampo, handbody dan berbagai kebutuhan pribadi lainnya.
Meski demikian, jumlah dan jenis hantaran tidak dapat disamaratakan untuk setiap pasangan.
Besaran mahar, uang seserahan maupun hantaran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi, status sosial, pendidikan serta kesepakatan antara kedua keluarga.
Karena itu, calon pengantin sebaiknya membicarakan seluruh kebutuhan tersebut secara terbuka agar persiapan pernikahan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tidak menjadi beban bagi salah satu pihak.
Tradisi mahar dan seserahan dalam pernikahan masyarakat Empat Lawang pada dasarnya merupakan bagian dari adat dan kesepakatan keluarga.
Setiap pasangan dapat memiliki jumlah dan bentuk hantaran yang berbeda, sehingga informasi mengenai kisaran tersebut lebih tepat dijadikan sebagai gambaran awal bagi calon pengantin yang sedang mempersiapkan pernikahan di Empat Lawang.











