KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Desa Sawah, khususnya kawasan Talang Kelob, seakan tidak pernah kehabisan potensi wisata alam.

Di kawasan ini terdapat enam tingkatan Cughop Degian yang telah diperkenalkan dan dikembangkan oleh Pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Empat Lawang.

Salah satu di antaranya adalah Cughop Pelinjangan yang berada tepat di bawah Cughop Degian.

Lokasi Cughop Pelinjangan cukup mudah dijangkau.

Pengunjung hanya perlu berjalan menyusuri jalan ke arah bawah dari Cughop Degian untuk menemukan air terjun yang memiliki karakteristik unik tersebut.

Meski ketinggiannya hanya sekitar lima meter, Cughop Pelinjangan menawarkan daya tarik tersendiri.

Ketua Laskar Penjelajah Alam (LPA) Desa Sawah, Riki Andiansyah, menjelaskan bahwa aliran air di bagian atas air terjun terpecah menjadi dua sebelum kembali menyatu di bagian tengah.

Bentuk aliran tersebut dinilai menyerupai sepasang insan yang sedang berdampingan.

Menurut Riki, kondisi tersebut pula yang menjadi salah satu alasan munculnya nama Cughop Pelinjangan.

Ia bersama dua rekannya, Adi Gore dan Hady, menjadi orang yang pertama kali memperkenalkan nama tersebut kepada masyarakat.

“Kami ingin memberikan nama Cughop ini menggunakan bahasa Empat Lawang.

Pelinjangan itu artinya pasangan atau pacaran,” jelas Riki.

Sebelumnya, mereka sempat mempertimbangkan sejumlah nama lain, seperti Cughop Pacaran, Cughop Kembar, dan Cughop Bersaudara.

Namun, nama-nama tersebut ternyata sudah digunakan untuk air terjun di daerah lain.

Setelah melalui musyawarah, akhirnya dipilihlah nama Cughop Pelinjangan yang kemudian dikenal masyarakat hingga sekarang.

Setelah nama tersebut disepakati, Riki bersama rekannya, Mely, kemudian memperkenalkannya kepada masyarakat secara lebih luas.

Mereka juga mengajak warga Talang Kelob untuk menjelajahi enam potensi Cughop Ayek Degian sekaligus meminta persetujuan masyarakat terhadap nama-nama yang diberikan untuk masing-masing tingkatan air terjun.

“Saat itu kami meminta seluruh warga Talang Kelob untuk menjelajah enam potensi Cughop Ayek Degian dan meminta persetujuan nama masing-masing tingkatan.

Air terjun di aliran Sungai Durian salah satunya Cughop Pelinjangan.

Setelah itu warga Talang Kelob menyetujui nama-nama yang kami berikan,” tuturnya.

Untuk menuju Cughop Pelinjangan, pengunjung dapat menempuh perjalanan yang relatif mudah.

Dari Desa Sawah menuju Talang Kelob, perjalanan dapat dilakukan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Setibanya di Talang Kelob, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Cughop.

Pengunjung dapat berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit atau menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Riki pun mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati keindahan alam Cughop Pelinjangan sekaligus menjelajahi berbagai potensi wisata alam lainnya yang terdapat di Desa Sawah.

“Bagi rekan-rekan semua, mari berkunjung ke Cughop Pelinjangan di Desa Sawah.

Tak hanya Cughop Pelinjangan, di Desa Sawah masih banyak Cughop lainnya yang juga menarik untuk dikunjungi,” pungkas Riki.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *