KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Kabupaten Empat Lawang dikenal memiliki banyak destinasi air terjun yang memikat.
Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah Air Terjun Bungo yang berada di Desa Babatan, Kecamatan Lintang Kanan, Sumatera Selatan.
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 60 meter, menjadikannya salah satu air terjun yang cukup tinggi di wilayah tersebut.
Nama “Bungo” sendiri berasal dari kondisi di sekitar lokasi air terjun yang dipenuhi hamparan bunga yang tumbuh subur, terutama bunga inai yang mendominasi area tersebut.
Tidak hanya itu, berbagai jenis bunga lain juga menghiasi kawasan di sekitar air terjun yang luasnya mencapai kurang lebih satu hektar.
Berdasarkan informasi dari warga setempat, Desa Babatan memiliki sekitar delapan air terjun yang tersebar di area perkebunan kopi milik masyarakat.
Dalam bahasa daerah Empat Lawang, air terjun disebut “Cughop”, sehingga Air Terjun Bungo juga dikenal dengan sebutan Cughop Bungo atau Cughop Betong oleh masyarakat sekitar.
Lokasi Air Terjun Bungo berada di kawasan perbukitan yang masih alami dan cukup tersembunyi.
Keindahannya yang luar biasa membuat tempat ini cocok bagi para pecinta alam yang gemar berpetualang.
Namun, untuk mencapai lokasi ini bukanlah hal yang mudah.
Perjalanan menuju air terjun dimulai dari Kampung Peraduan Ijut di Desa Babatan dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 5 jam berjalan kaki.
Akses menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga pengunjung harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang dan menguras tenaga.
Meski perjalanan terasa melelahkan, keindahan yang disuguhkan saat tiba di lokasi mampu menghapus rasa penat.
Pemandangan air terjun yang megah dan suasana alam yang asri memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi para penjelajah.
Ketua Laskar Penjelajah Alam (LPA), Riki Abdiansyah, mengungkapkan bahwa Air Terjun Bungo memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah debit air yang besar dan aliran yang deras.
Kekuatan air tersebut bahkan menciptakan percikan embun tebal yang dapat dirasakan hingga jarak sekitar 50 meter dari titik jatuhnya air.
Menurut Riki, sebenarnya air terjun ini sudah lama diketahui oleh masyarakat sekitar.
Namun, karena akses yang sulit serta minimnya informasi, keberadaan Air Terjun Bungo belum banyak dikenal oleh wisatawan.
“Sayang sekali jika keindahan seperti ini belum banyak dinikmati oleh orang luar,” ujarnya.
Riki bersama rekan-rekannya dari LPA Desa Sawah memang memiliki hobi menjelajah alam.
Mereka bahkan memiliki tujuan untuk mengunjungi seluruh air terjun yang ada di Kabupaten Empat Lawang.
Dalam kegiatannya, mereka juga sering bekerja sama dengan organisasi Pemuda-Pemudi Peduli Empat Lawang (P34L).
Kolaborasi kedua komunitas ini tidak hanya terbatas pada wilayah Empat Lawang, tetapi juga menjangkau lokasi air terjun di daerah lain.
Riki sendiri mengaku telah lama memiliki ketertarikan dalam kegiatan eksplorasi alam, bahkan bertekad untuk menemukan air terjun tersembunyi lainnya di kawasan Bukit Barisan.
Bukit Barisan yang mengelilingi wilayah Empat Lawang menjadi salah satu faktor utama banyaknya air terjun di daerah ini.
Selain itu, letaknya yang berdekatan dengan Gunung Dempo di Kota Pagaralam juga turut mendukung terbentuknya berbagai aliran air terjun alami.
Dalam kegiatan penjelajahan menuju Air Terjun Bungo, tim juga mendapat dukungan dari Karang Taruna Desa Babatan.
Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi wisata alam di daerah tersebut.
Riki berharap, setelah kegiatan eksplorasi ini, Air Terjun Bungo dapat semakin dikenal luas dan menarik minat lebih banyak orang untuk datang dan menikmati keindahannya secara langsung.*











