KLIKEMPATLAWANG.ID, Bahan bakar merupakan elemen vital dalam operasional kendaraan. Tanpa bensin, baik mobil maupun sepeda motor tidak akan dapat digunakan.

Oleh sebab itu, keberadaan stasiun pengisian bahan bakar sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat melakukan perjalanan jauh.

Namun, kebutuhan bensin tidak hanya saat bepergian jarak jauh saja.

Dalam kondisi apa pun, kendaraan tetap membutuhkan bahan bakar.

Sangat tidak disarankan membiarkan tangki dalam keadaan kosong karena dapat memicu kerusakan, terutama pada sistem injeksi.

Tidak sedikit kasus kendaraan mogok di jalan akibat kehabisan bensin, dan jika hal ini terjadi berulang, komponen kendaraan bisa mengalami penurunan kualitas lebih cepat.

Di sisi lain, meskipun bensin sangat penting, pengguna juga perlu memperhatikan kualitasnya.

Salah satu hal yang jarang diketahui adalah bahwa bensin ternyata dapat mengalami penurunan mutu atau “basi” jika tidak dikelola dengan baik.

Berdasarkan penjelasan dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, bahan bakar memang bisa mengalami perubahan kualitas seiring waktu.

Hal ini terjadi karena zat aditif di dalam bensin dapat terpisah, sementara sebagian kandungan lainnya menguap.

Ketika kondisi tersebut terjadi, aroma bensin pun berubah dan tidak lagi seperti biasanya, bahkan teksturnya juga terasa berbeda saat disentuh.

Fenomena ini umumnya terjadi jika kendaraan dibiarkan tidak digunakan dalam waktu yang sangat lama, bahkan bisa lebih dari satu tahun.

Dalam kondisi tersebut, bensin yang tersimpan di dalam tangki akan mengalami proses degradasi.

Untuk mencegah hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Jika kendaraan akan ditinggalkan dalam waktu lama, disarankan untuk mengisi tangki bahan bakar hingga penuh.

Tujuannya adalah untuk meminimalkan ruang udara di dalam tangki, sehingga tidak terjadi proses kondensasi.

Kondensasi ini mirip dengan embun yang muncul pada botol air yang tidak terisi penuh dan dibiarkan beberapa waktu.

Dalam tangki kendaraan, kondisi serupa bisa terjadi ketika terdapat ruang kosong yang cukup besar.

Uap air akan menempel di dinding tangki dan lama-kelamaan berubah menjadi cairan.

Jika tangki tidak penuh, titik-titik air akibat kondensasi tersebut berpotensi masuk ke dalam sistem bahan bakar saat kendaraan kembali digunakan.

Air yang bercampur dengan bensin tentu dapat mengganggu kinerja mesin.

Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu karat, pertumbuhan jamur, serta kerusakan pada bagian dalam tangki.

Apabila tangki sudah mengalami karat atau kontaminasi, maka saat diisi ulang dengan bensin, risiko kerusakan pada mesin akan semakin besar.

Sebagai langkah antisipasi, jika kendaraan akan tidak digunakan dalam waktu lama, ada dua pilihan yang bisa dilakukan : mengisi tangki hingga penuh atau justru mengosongkannya sama sekali.

Kedua metode ini bertujuan untuk mencegah terbentuknya kelembapan yang dapat merusak sistem bahan bakar.

Dengan memahami hal ini, pemilik kendaraan diharapkan dapat lebih bijak dalam merawat mobil atau motor mereka, sehingga performa tetap terjaga dan terhindar dari kerusakan yang tidak diinginkan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *