KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang — Keterbatasan akses literasi di Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, melahirkan sebuah gerakan positif berbasis komunitas bernama Perpustakaan Jalanan Pendopo.

Inisiatif ini digagas oleh Irfan Fransisco, mahasiswa Universitas Padjadjaran, bersama sejumlah rekan sebagai upaya mendekatkan buku kepada masyarakat dan meningkatkan budaya membaca di daerah.Perpustakaan Jalanan Pendopo pertama kali dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025.

Gerakan ini hadir sebagai respons atas minimnya fasilitas literasi formal di wilayah tersebut, khususnya ruang baca yang mudah dijangkau oleh pelajar dan masyarakat umum.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Pada Selasa, 30 Desember 2025, Perpustakaan Jalanan Pendopo resmi memperoleh izin dari Camat Pendopo sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya penguatan literasi dan pendidikan nonformal di tingkat kecamatan.

Setelah pelaksanaan perdana, kegiatan literasi ini kembali digelar pada Kamis, 1 Januari 2026 dan Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Rumah Alex Noerdin, Kelurahan Pendopo, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan.Mengusung konsep perpustakaan terbuka di ruang publik, Perpustakaan Jalanan Pendopo menyediakan layanan membaca gratis tanpa syarat.

Hingga saat ini, tersedia 35 koleksi buku, terdiri dari 34 buku milik Irfan dan rekan-rekan serta 1 buku hasil hibah. Koleksi bacaan tersebut dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat sebagai alternatif sumber literasi di luar sekolah.

Irfan Fransisco selaku inisiator menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan bersama terhadap minimnya akses buku di lingkungan tempat tinggalnya.“Kami berharap buku bisa hadir di ruang-ruang yang dekat dengan masyarakat, tanpa sekat dan tanpa jarak, sehingga siapa pun bisa membaca,” ujarnya.

Dari sisi nilai dan tujuan, Perpustakaan Jalanan Pendopo sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemerataan akses literasi, SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDGs 17 (Kemitraan) dengan mendorong kolaborasi komunitas dalam pembangunan sosial.

Melalui keberlanjutan program ini, Perpustakaan Jalanan Pendopo diharapkan dapat menjadi ruang belajar alternatif yang inklusif serta berkontribusi dalam menumbuhkan budaya membaca di Kabupaten Empat Lawang. Informasi dan dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram @perpusjal.pendopo.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *