KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang kembali dilanda bencana alam setelah luapan Sungai Lintang merendam puluhan hektare kebun milik warga pada Kamis, 21 Mei 2026.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Lintang Kanan dan Muara Pinang sejak dini hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis.

Akibat derasnya arus air, sejumlah lahan pertanian dan perkebunan warga yang berada di sekitar aliran Sungai Lintang mengalami kerusakan cukup parah.

Tidak hanya kebun, beberapa pondok milik warga hingga kolam ikan juga dilaporkan ikut tersapu banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kenaikan debit Sungai Lintang mulai terjadi sejak Kamis pagi.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat sungai tidak mampu lagi menampung volume air sehingga meluap ke area perkebunan warga.

Sejumlah desa yang terdampak di antaranya Desa Lesung Batu, Desa Babatan, dan Desa Lubuk Cik.

Di wilayah tersebut, banyak kebun warga yang ditanami sayuran, kopi, hingga pepaya California mengalami kerusakan akibat terendam dan diterjang arus.

Selain merusak kebun, luapan Sungai Lintang juga menyebabkan beberapa tambak ikan warga hanyut terbawa air.

Kerugian yang dialami masyarakat diperkirakan cukup besar karena sebagian besar tanaman siap panen ikut terdampak.

Relawan Tagana Madya Empat Lawang, Indra, mengatakan hampir seluruh kebun warga yang berada di bantaran Sungai Lintang mengalami dampak dari banjir tersebut.

“Untuk sementara yang terdata ada satu jembatan gantung penghubung Peraduan Ijut dan Talang Lubuk Tapang terdampak.

Selain itu puluhan hektare kebun sayur, kopi, pepaya, hingga kolam ikan juga terkena luapan air.

Saat ini pendataan masih terus dilakukan,” ujarnya.

Hingga kini petugas dan relawan masih melakukan pendataan terhadap jumlah total kerusakan serta wilayah terdampak akibat luapan Sungai Lintang di Kabupaten Empat Lawang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *