KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang – Modus penipuan yang mengatasnamakan program bantuan internet satelit Starlink dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyasar sejumlah sekolah di Sumatera Selatan.

Para pelaku menghubungi pihak sekolah dan meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi sebelum bantuan disalurkan.

Salah satu sekolah yang menjadi sasaran adalah SMA IT Daarul Mahabbah Kabupaten Empat Lawang.

Kepala SMA IT Daarul Mahabbah, Anita, mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi seseorang melalui aplikasi WhatsApp yang mengaku sebagai petugas dari pusat Kemendikdasmen.

Oknum tersebut memperkenalkan diri dengan nama Andri dan menyampaikan bahwa sekolahnya ditetapkan sebagai penerima bantuan perangkat internet satelit Starlink.

Namun, sebelum bantuan diberikan, pelaku meminta pihak sekolah mentransfer uang sebesar Rp300 ribu dengan alasan untuk biaya administrasi.

Merasa curiga, Anita kemudian melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

Dari hasil klarifikasi tersebut dipastikan bahwa program bantuan Starlink memang ada, tetapi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Pihak Dinas Pendidikan Sumsel bahkan langsung menghubungi penanggung jawab (PIC) Kemendikdasmen untuk memastikan informasi tersebut.

Hasilnya, pihak Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh bantuan pemerintah, baik program revitalisasi maupun digitalisasi pendidikan, diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya.

Apabila ada pihak yang meminta uang dengan alasan apa pun terkait bantuan tersebut, masyarakat diminta mengabaikannya karena diduga merupakan modus penipuan.

Selain itu, proses penyaluran bantuan pemerintah memiliki mekanisme resmi, mulai dari koordinasi, pelaksanaan pertemuan melalui Zoom, pengisian formulir, hingga diterbitkannya surat resmi dari Kemendikdasmen.

Bantuan tidak pernah diawali dengan permintaan transfer dana melalui komunikasi pribadi.

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan imbauan agar sekolah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan program bantuan internet satelit Starlink.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Musi Banyuasin, Daud Amri, menjelaskan bahwa pelaku biasanya mengaku berasal dari instansi pemerintah dan menawarkan bantuan layanan internet satelit kepada sekolah.

Dalam aksinya, pelaku meminta biaya pemasangan maupun aktivasi perangkat sebagai syarat memperoleh bantuan.

Daud menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin maupun instansi pemerintah lainnya tidak pernah memungut biaya apa pun dalam pelaksanaan program bantuan pemerintah.

Menurutnya, setiap program resmi selalu disampaikan melalui prosedur yang jelas, menggunakan surat resmi, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Karena itu, sekolah maupun masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan yang tidak dilengkapi dokumen resmi serta tidak melakukan transfer uang kepada pihak yang belum dapat dipastikan keabsahannya.

Apabila menerima informasi mengenai bantuan di bidang telekomunikasi atau internet, pihak sekolah diimbau terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada dinas terkait.

Jika menemukan indikasi penipuan, masyarakat juga diminta segera melaporkannya kepada aparat berwenang.

Daud menambahkan, pihaknya terus meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi dan tidak mudah menjadi korban berbagai modus penipuan digital yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *