KLIKEMPATLAWANG.ID, Empat Lawang -Musibah Kebakaran Kembali terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan membuat warga Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, panik setelah kobaran api menghanguskan sejumlah rumah di kawasan permukiman padat penduduk pada Rabu (22/4/2026).

Peristiwa Musibah Kebakaran Kembali tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat karena api terus membesar dan merembet ke rumah-rumah lain akibat bangunan yang mayoritas berbahan kayu serta kondisi cuaca panas saat kejadian berlangsung.

Selain menyebabkan belasan rumah warga terdampak, Musibah Kebakaran Kembali ini juga menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah, meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Musibah Kebakaran Kembali Terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan menyita perhatian masyarakat setelah kobaran api melanda permukiman padat penduduk di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat.

Peristiwa tersebut menyebabkan belasan rumah warga terdampak dan memicu kepanikan karena api dengan cepat membesar.

Musibah Kebakaran Kembali Terjadi ini berlangsung pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.

Api diketahui pertama kali muncul dari salah satu rumah warga sebelum akhirnya merembet ke bangunan lain akibat material rumah yang mayoritas berbahan kayu serta kondisi cuaca panas yang mempercepat penyebaran api.

Musibah Kebakaran Kembali Terjadi tersebut juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar.

Warga bersama petugas pemadam kebakaran berjibaku melakukan pemadaman dan menyelamatkan barang-barang berharga milik korban agar api tidak semakin meluas ke rumah lainnya.

Musibah Kebakaran Kembali terjadi di Kabupaten Empat Lawang dan mengakibatkan belasan rumah warga terdampak akibat kobaran api yang meluas dengan cepat di kawasan permukiman padat penduduk.

Peristiwa yang berlangsung di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat tersebut membuat warga panik karena api terus membesar dan sulit dikendalikan akibat bangunan rumah yang mayoritas berbahan kayu serta kondisi cuaca yang panas.

Musibah Kebakaran Kembali ini juga menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Meski tidak menelan korban jiwa, sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran tersebut.

Musibah Kebakaran Kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Empat Lawang setelah kobaran api menghanguskan sejumlah rumah warga di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat.

Peristiwa yang terjadi pada siang hari itu menyebabkan kepanikan warga karena api dengan cepat membesar dan menjalar ke permukiman padat penduduk.

Musibah Kebakaran Kembali yang melanda kawasan Kampung II Desa Lingge tersebut mengakibatkan belasan rumah terdampak.

Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu serta cuaca panas membuat api sulit dikendalikan pada saat awal kejadian, sehingga warga harus berjibaku melakukan pemadaman secara mandiri sambil menyelamatkan barang berharga milik korban.

Pemerintah daerah bersama petugas pemadam kebakaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Musibah Kebakaran Kembali ini pun diperkirakan menimbulkan kerugian materi hingga miliaran rupiah, meski dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Kali ini, api melahap permukiman warga di Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat, pada Rabu (22/4/2026), sekitar pukul 10.20 WIB.

Peristiwa bermula dari salah satu rumah milik warga bernama Anang Soy (55).

Saat kejadian, kondisi lingkungan tengah sepi karena sebagian warga sedang beraktivitas, sehingga api yang mulai muncul tidak langsung diketahui.

Kebakaran baru disadari ketika api sudah membesar dan menghanguskan bagian rumah.

Asap tebal yang membumbung tinggi memicu kepanikan warga sekitar yang langsung berusaha memberikan pertolongan.

Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke bangunan lain di kawasan Kampung II Desa Lingge.

Material rumah yang mayoritas berbahan kayu membuat api dengan mudah menyebar, ditambah kondisi cuaca panas yang mempercepat proses pembakaran.

Warga secara spontan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Di sisi lain, mereka juga berupaya menyelamatkan barang-barang milik korban dari dalam rumah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Empat Lawang, Supriyadi, mengungkapkan pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi.

“Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam sejak petugas tiba di lokasi.

Api berhasil dikendalikan berkat kerja sama antara petugas dan masyarakat.

Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, dari total 13 rumah yang terdampak, delapan unit rumah dilaporkan habis terbakar.

Sementara satu unit mengalami kerusakan berat dan empat unit lainnya hanya mengalami kerusakan ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Namun, kerugian materi yang dialami warga diperkirakan mencapai Rp4,5 miliar.

Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan bantuan bagi warga terdampak untuk meringankan beban pascakebakaran.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *