Artikel ditulis oleh: Dodi Irawan, S.Ud., M.A. (Pimpinan Pesantren Modern Daarul Mahabbah – Empat Lawang)
Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, melihat perjalanan sebuah daerah dengan pikiran yang jernih dan hati yang objektif.
Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M. sejak awal kepemimpinannya di Empat Lawang menempatkan keamanan dan ketertiban sebagai salah satu agenda penting.
Pada 2018, pemerintah daerah secara terbuka mencanangkan Empat Lawang yang aman, termasuk penertiban kendaraan bodong, pemberantasan narkoba, perjudian, serta pembatasan pesta malam yang pada saat itu dikaitkan dengan peredaran narkoba dan minuman keras.
Tentu, menjaga keamanan bukanlah pekerjaan seorang bupati seorang diri.
Ada kepolisian, TNI, kejaksaan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh masyarakat yang mempunyai peran masing-masing.
Karena itu, keberhasilan menjaga keamanan merupakan hasil kerja bersama.
Namun, perubahan keadaan dari waktu ke waktu patut kita apresiasi.
Bahkan pada 2025, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang kembali menegaskan pentingnya kolaborasi menjaga keamanan desa, dan Bupati Joncik mengingatkan bahwa kondisi aman yang pernah dicapai pada periode 2018–2023 harus terus dipertahankan.
Di sisi pemberantasan narkoba, tantangan tentu belum selesai.
Pada Desember 2025, Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti dari 15 perkara narkotika, dan Bupati menegaskan bahwa narkoba harus terus menjadi perhatian bersama.
Ini menunjukkan bahwa perjuangan menciptakan daerah yang aman dan bebas dari narkoba adalah proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam bidang ekonomi, pemerintah daerah juga terus berupaya membuka ruang investasi dan memperkuat ketahanan pangan.
Pada April 2026, Pemkab Empat Lawang melakukan langkah strategis melalui hibah lahan untuk pembangunan gudang Bulog yang diharapkan dapat membantu menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.
Pemerintah daerah juga aktif mendorong investasi agar potensi ekonomi daerah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sebagai masyarakat, kita tentu berharap pembangunan tidak berhenti pada apa yang telah dicapai.
Keamanan harus terus dijaga.
Ekonomi harus terus tumbuh.
Pendidikan harus semakin maju.
Kehidupan keagamaan harus semakin semarak.
Pesantren dan lembaga pendidikan Islam harus terus diberikan ruang untuk berkembang sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Saya, Dodi Irawan, S.Ud., M.A., selaku Pimpinan Pesantren Modern Daarul Mahabbah – Empat Lawang, melihat bahwa perubahan sebuah daerah harus dinilai dengan membandingkan perjalanan dari masa ke masa, bukan hanya dengan melihat kekurangan yang masih ada hari ini.
Kritik dan harapan tetap diperlukan.
Bahkan seorang pemimpin memang harus terus didorong untuk berbuat lebih baik.
Tetapi di saat yang sama, kita juga harus memiliki kebesaran hati untuk mengakui dan mensyukuri setiap perubahan positif yang benar-benar kita rasakan dan dapat dibuktikan.
Jangan sampai karena masih ada kekurangan, kita lupa melihat begitu banyak hal yang sudah berubah.
Dan jangan pula karena memuji keberhasilan, kita berhenti memberikan kritik dan masukan.
Pemimpin membutuhkan kritik untuk berbenah, tetapi masyarakat juga membutuhkan rasa syukur agar mampu melihat perubahan dengan jernih.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, petunjuk, keikhlasan, dan perlindungan kepada seluruh pemimpin negeri, khususnya kepada Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, agar senantiasa mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Semoga Empat Lawang terus menjadi daerah yang aman, damai, agamis, maju, dan semakin sejahtera, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi membangun daerah tercinta.
DR. H. JONCIK MUHAMMAD FOR SUM-SEL 1.











