KLIKEMPATLAWANG.ID, Jombang – Laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam Sidang Pleno II Muktamar NU ke-35 mendapat penerimaan positif dari peserta.

Ketua Sidang Pleno Muktamar NU ke-35, Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa penyampaian pandangan peserta terhadap LPJ PBNU dilakukan melalui perwakilan dari 11 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jepang.

Menurut Mohammad Nuh, mekanisme perwakilan tersebut dipilih untuk mengefisienkan jalannya persidangan mengingat jumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang tersebar di berbagai daerah mencapai ratusan.

“Kalau masing-masing PC menyampaikan pandangannya, ada berapa ratus PC.

Lima menit kali ratus itu jadi puluhan jam,” ujar Mohammad Nuh setelah Sidang Pleno II Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jumat (28/8/2026) petang.

Para peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan wilayah besar di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa termasuk Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain perwakilan dari sejumlah wilayah di Indonesia, pandangan terhadap LPJ PBNU juga disampaikan oleh perwakilan PCI NU Jepang.

Mohammad Nuh mengatakan, berdasarkan pandangan yang disampaikan seluruh perwakilan tersebut, LPJ PBNU pada prinsipnya dapat diterima dengan baik.

Meski demikian, peserta juga memberikan sejumlah masukan, saran, serta catatan yang diharapkan dapat menjadi perhatian bagi kepengurusan PBNU ke depan.

“Dari sampling yang menyampaikan itu, 11 termasuk PCI Jepang itu menyampaikan semuanya menerima dengan baik.

Tentu ada beberapa saran dan seterusnya.

Prinsipnya menerima dengan baik,” jelasnya.

Dengan diterimanya pandangan tersebut, laporan pertanggungjawaban PBNU yang mencakup unsur tanfiziyah dan syuriah dinyatakan dapat diterima oleh peserta Muktamar NU ke-35.

“Setelah kita ambil kesimpulan laporan pertanggungjawaban PBNU, artinya termasuk tanfiziyah dan syuriah keseluruhan, itu bisa diterima dengan baik.

Alhamdulillah selesai,” pungkas Mohammad Nuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *