KLIKEMPATLAWANG.ID, Palembang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI akan berlangsung pada 1-2 Agustus 2026 di Hotel Aryaduta Palembang.
Agenda utama dalam forum tersebut adalah memilih Ketua DPD Partai Golkar Sumsel periode 2026-2031 beserta jajaran kepengurusan yang baru.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Anita Noeringhati, mengatakan seluruh tahapan dan persiapan penyelenggaraan telah disusun sesuai keputusan DPD Partai Golkar Sumsel.
Kepanitiaan Musda dipimpin oleh H. Rudi Apriadi sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Menurut Anita, tahapan Musda dimulai dengan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Selama periode tersebut, para bakal calon dapat melakukan pengambilan formulir, pengembalian berkas, hingga proses verifikasi administrasi.
Pendaftaran dipusatkan di Aula Kantor DPD Partai Golkar Sumsel, Jalan Aerobik, Pom IX Kampus, Nomor 2B, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Anita menjelaskan, seluruh mekanisme pencalonan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, Peraturan Organisasi, serta Petunjuk Pelaksanaan Musyawarah Daerah yang berlaku.
Seluruh bakal calon diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan organisasi sebelum ditetapkan sebagai calon resmi.
Selain itu, setiap bakal calon juga harus mengantongi dukungan minimal 30 persen dari total pemilik hak suara atau sekitar tujuh suara sebagai syarat pencalonan.
Terkait peluang kepala daerah yang diusung Partai Golkar pada Pilkada 2024 untuk maju sebagai calon Ketua DPD, Anita menegaskan bahwa calon harus berstatus sebagai kader Partai Golkar yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Ia menambahkan, apabila calon belum memenuhi syarat masa keanggotaan selama lima tahun, terdapat mekanisme diskresi yang dapat diberikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, khususnya bagi kepala daerah.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum dan hingga kini belum ada informasi mengenai pemberian diskresi tersebut di Sumsel.
Menanggapi kemungkinan adanya dukungan ganda kepada bakal calon, Anita mengakui hal itu berpotensi terjadi sebagaimana pengalaman pada Musda sebelumnya.
Namun, panitia hanya akan menetapkan dukungan yang dinyatakan sah sesuai ketentuan petunjuk pelaksanaan.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Musda XI, H. Rudi Apriadi, menyampaikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan telah dipersiapkan, mulai dari administrasi, transportasi, hingga akomodasi peserta.
Ia mengajak seluruh kader terbaik Partai Golkar Sumsel yang memenuhi persyaratan untuk ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel.
Rudi optimistis Musda XI dapat berlangsung lancar berkat dukungan seluruh pengurus, panitia, serta kader Partai Golkar di Sumatera Selatan.
Musda XI DPD Partai Golkar Sumsel dijadwalkan dihadiri unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, peserta dari DPD kabupaten/kota se-Sumsel, organisasi pendiri dan yang didirikan, organisasi sayap, serta anggota Fraksi Partai Golkar tingkat provinsi.
Selain menjadi forum pemilihan ketua baru, Musda XI juga diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat arah dan strategi politik Partai Golkar Sumatera Selatan dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel antara lain Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, anggota DPR RI Dewi Yustisiana dan Yudha Novanza, Wakil Ketua DPRD Palembang M. Hidayat, anggota DPRD Sumsel M. Yansuri, Anita Noeringhati, serta Bupati Lahat Bursah Sarnubi.











