KLIKEMPATLAWANG.ID, Banyuasin – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya melaksanakan program bertajuk “SIGAP-AI: Pendampingan Pemanfaatan Artificial Intelligence Berbasis Deep Learning untuk Penguatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran di SMPN 4 Rambutan Banyuasin.

” Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam proses pembelajaran, khususnya melalui pemanfaatan platform Edcafe AI.

Kegiatan dipimpin oleh Nila Sari, M.Pd. sebagai ketua tim, dengan anggota Rike Erlande, M.Pd. dan Khalidatun Nuzula, M.Pd..

Tim juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sriwijaya, yaitu M. Zaky Fathaurrahman dan Nabila Dwi Zsaskiyah, sebagai bentuk implementasi pembelajaran kolaboratif antara dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali pada 10 Juli 2026 melalui kunjungan pertama ke SMPN 4 Rambutan Banyuasin.

Pada tahap ini, tim melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru untuk mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, dan tingkat kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence sebagai pendukung pembelajaran.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah mengenal AI secara umum, namun masih memerlukan pendampingan dalam penerapan praktis untuk menyusun perangkat pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan kurikulum.

Tahap kedua dilaksanakan pada 16 Juli 2026 sebagai kegiatan inti pengabdian.

Sebanyak 34 guru SMPN 4 Rambutan Banyuasin mengikuti pelatihan pengenalan Edcafe AI sebagai platform berbasis Artificial Intelligence yang dirancang untuk membantu guru dalam merancang pembelajaran secara lebih efisien, inovatif, dan berkualitas.

Pada sesi ini, ketiga dosen tim pengabdian bertindak sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai konsep dasar Artificial Intelligence berbasis deep learning, perkembangan teknologi AI di bidang pendidikan, serta praktik pemanfaatan Edcafe AI untuk mendukung perencanaan pembelajaran, penyusunan asesmen, pengembangan media pembelajaran, hingga penyusunan modul ajar.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman menggunakan fitur-fitur Edcafe AI sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Selanjutnya, pada 23 Juli 2026, tim melaksanakan kegiatan pendampingan lanjutan yang berfokus pada pemanfaatan Edcafe AI untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan modul ajar secara kolaboratif berdasarkan mata pelajaran.

Dalam kegiatan ini, guru-guru dibagi ke dalam kelompok sesuai bidang studi untuk menyusun perangkat pembelajaran dengan pendampingan intensif dari tim dosen.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan utama, yaitu meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, meningkatkan kuantitas perangkat pembelajaran inti yang siap digunakan pada setiap mata pelajaran, serta meningkatkan standardisasi kualitas dokumen pembelajaran antar guru.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mewujudkan keseragaman format RPP dan modul ajar dalam setiap kelompok mata pelajaran sehingga tercipta budaya kolaborasi profesional yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital.

Melalui proses pendampingan tersebut, guru berhasil menghasilkan 12 paket perangkat pembelajaran, yang masing-masing terdiri atas satu RPP dan satu modul ajar berbasis Edcafe AI untuk setiap mata pelajaran.

Seluruh perangkat pembelajaran tersebut selanjutnya dihimpun dalam repository sekolah sebagai sumber belajar bersama yang dapat dimanfaatkan, dikembangkan, dan diperbarui secara berkelanjutan oleh seluruh guru SMPN 4 Rambutan Banyuasin.

Ketua tim pengabdian, Nila Sari, M.Pd., menyampaikan bahwa perkembangan Artificial Intelligence tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru, melainkan sebagai teknologi pendukung yang mampu meningkatkan efektivitas perencanaan pembelajaran.

Menurutnya, guru tetap memegang peran utama dalam menentukan kualitas proses belajar, sedangkan AI berfungsi sebagai alat yang membantu mempercepat pekerjaan administratif dan memperkaya inovasi pembelajaran.

Melalui program SIGAP-AI, FKIP Universitas Sriwijaya berharap terbangun budaya pemanfaatan Artificial Intelligence yang bertanggung jawab, etis, dan produktif di lingkungan sekolah.

Pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi digital guru, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mendukung terwujudnya transformasi pendidikan berbasis inovasi digital di Kabupaten Banyuasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *